8 Nov 2011

Penuntut Malaysia Mati Ditetak Di Surabaya

Seorang penuntut Malaysia maut selepas ditetak di lehernya oleh seorang penjenayah yang cuba melarikan motosikal miliknya di rumah sewa di Malang, Jawa Timur, Indonesia, malam semalam.

Dalam kejadian kira-kira jam 7 malam waktu Jawa Timur (8 malam Malaysia), mangsa yang dikenali sebagai Adrian Jay Pereira, 22, penuntut tahun ketiga jurusan perubatan di Universiti Brawijaya, Malang, dekat Surabaya, dipercayai parah akibat tetakan terbabit.

Setiausaha Pertama (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Ludinata Misnun ketika dihubungi, berkata mangsa sedang berehat di kediamannya sebelum terdengar bunyi bising di luar.

“Mangsa kemudian meninjau ke luar rumahnya menerusi jendela sebelum melihat seorang lelaki tidak dikenali cuba melarikan motosikalnya.

“Dia menyergah lelaki berkenaan menyebabkan lelaki terbabit melarikan diri sebelum mangsa bertindak mengejarnya,” katanya.

Bagaimanapun, suspek berkenaan gagal dijejaki menyebabkan mangsa berpatah balik ke kediamannya dan ketika sedang membuka topi keledar, tiba-tiba lehernya ditetak.

Seorang rakan serumahnya yang menyedari kejadian terbabit kemudian menghubungi pihak berkuasa bagi melaporkan kes berkenaan.

Menurut Ludinata, polis masih menunggu laporan bedah siasat. -hm

Daerah Rawan Pencurian Motor

Pembunuhan Mahasiswa Malaysia

LOWOKWARU– Meski belum terungkap siapa pelaku pembunuhan terhadap Adrian Jay Pereira, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, namun polisi menyimpulkan bahwa kasus pembunuhan itu dilatar belakangi aksi pencurian.

Pelaku nekat membunuh korban karena merasa usaha pencuriannya di rumah kontrakan itu kepergok oleh korban.

“Ada dua kemungkinan pelaku membunuh korban. Pertama karena pelaku kepergok saat mencuri. Dan kedua adalah usaha percobaan perampokan,” kata salah satu petugas kepada Malang Post. Terkait pencurian itu sendiri, Samsul, warga sekitar mengatakan bahwa di wilayah Jalan Kembang Kertas Malang, tidak hanya sekali terjadi. Dia mengatakan bahwa di wilayahnya itu rawan terjadi pencurian. Bahkan, dalam sepekan kemarin ada dua sepeda motor yang dicuri dari dalam kos-kosan. Semuanya adalah sepeda motor Yamaha Vixion.

“TKP pencurian sepeda motor itu sama, di rumah kos yang ada di belakang rumah yang menjadi TKP pembunuhan itu. Hanya waktunya saja yang tidak sama. Pertama pencurian terjadi sekitar pukul 20.30 dan kedua sekitar pukul 03.00.

Sepeda yang dicuri semuanya berada di dalam garasi,” terang Samsul.

Maraknya kasus pencurian itu sendiri, menurut Samsul dan beberapa warga lainnya karena tak lepas dari kondisi jalan yang sepi. Selain itu, penerangan lampu jalan kampung juga masih minim.

“Petugas security di tempat ini juga tidak ada. Bahkan, portal untuk menutup jalan ketika malam juga tidak ada. Kami sebagai warga sendiri, juga tidak mengetahui mana yang pencuri dan mana yang tidak. Sebab di lokasi ini banyak tempat kos sehingga banyak anak kos yang mondar-mandir,” jelasnya.

Disisi lain, aksi pembunuhan yang menewaskan Adrian Jay Pereira cukup menggemparkan warga sekitar. Meski korban merupakan pendatang di tempat itu, namun warga meminta polisi untuk segera mengungkap pelakunya. “Kasus pembunuhan ini adalah yang kali pertama di tempat ini. Kami minta polisi untuk bisa segera menangkap pelakunya,” kata Hari Harsono, warga setempat yang dibenarkan warga lainnya.

Menurut keterangan dari beberapa warga sekitar, rumah yang menjadi lokasi pembunuhan itu dulunya adalah milik Muria Murni yang kemudian dibeli oleh Lilik, warga Lawang. Sebelum dikontrakan kepada mahasiswa asal Malaysia keturunan India, rumah itu sempat akan dijual tetapi batal. Dan lucunya, meski sudah setahun dikontrak oleh mahasiswa asal Malaysia itu, namun warga sekitar mengaku sama sekali tidak mengenal satupun dari mereka. Termasuk Jay, korban pembunuhan. Pasalnya, sejak awal kontrak sampai terjadi pembunuhan itu tidak ada satupun mahasiswa yang kontrak di rumah itu yang izin atau lapor kepada Ketua RT.

“Setahu saya sampai saat ini, tidak ada yang lapor kepada RT kalau kontrak di tempat itu. Korban yang merupakan orang baru karena baru dua pekan tinggal pun, juga belum laporan RT,” ujar Hari. Selain belum lapor RT, warga sekitar sendiri sebetulnya juga mempertanyakan status para mahasiswa yang kontrak di rumah itu.

Sebab selama ini diketahui bahwa yang tinggal di rumah itu tiga orang laki-laki dan tiga perempuan. (agp/mar) -malang-post.com




3 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

Yang dah ada kat malaysia boleh pulak dapat warganegara dan layak mengundi. Saudara bayangkanlah kerajaan bentuk apalah agaknya yang tertubuh nanti jika sebenarnya UMNO/BN dimenangkan oleh undi pengundi warga pecacai berkenaan. Jahanam punye kerja.

Pecaci UMNO masih BUTa dan tidur lagi ke...?

Tanpa Nama berkata...

Malang sekali harapan keluarga mangsa. Menteri KDN, Hishammudin sekarang diam tak keluar berita. Agaknya sibuk mengatur strategi PRU13 membabitkan pekerja asing selepas program pemutihan dan pengampunan.

Tanpa Nama berkata...

Pulus, pulus, pulus , penjenayah nak pulus, pemerintah pun nak pulus