4 Jan 2015

[VIDEO & GAMBAR] 4 Serpihan Air Asia Ditemui, Ikuti Profil Penumpang QZ8501


Cari AirAsia, Total 4 Puing Bodan Pesawat Ditemukan

Penemuan bahagian badan pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di sekitar perairan Tanjung Pandan, Belitung, pada 28 Desember 2014, terus bertambah. Ketua Badan SAR Nasional Marsekal Madya Henry Bambang Soelistyo mengatakan kumpulan gabungan telah menemukan empat bahagian besar badan pesawat nahas itu.

"Hasil saat ini, kami menemukan empat bahagian besar badan pesawat yang dicari," kata Soelistyo di kantornya, Sabtu malam, 3 Januari 2015. Rinciannya adalah bahagian pesawat berdimensi 9,4x4,8x0,4 meter ditemukan pada pukul 23.47 WIB, Jumaat malam, 2 Januari 2015.

Kedua, tim menemukan tambahan objek bahagian pesawat dengan dimensi 7,2x0,9x0,5 meter pada pukul 5.43 WIB tadi. Ketiga, kapal Geo Survey kembali menemukan objek berukuran cukup besar, yakni 18x5, 4x2, 2 meter pada pukul 13.30 WIB. Terakhir, bahagian pesawat Airbus A320-200 itu ditemukan berukuran 12,4x0,6x05 meter pada pukul 14.25 WIB.

Selain bahagian badan besar pesawat, tim juga menemukan tiga serpihan yang yang dikesan sebagao pesawat CN235 Pati 860 pada kedudukan pantai Selatan Tanjung Selaka. Kini puing itu sedang didekati Kapal Polisi Punai. "Keempat objek ini seluruhnya berada di daerah pencarian utama, rata-rata jarak antara satu dengan yang lain cukup dekat," kata Soelistyo.

Pesawat AirAsia QZ 8501 dengan penerbangan Surabaya-Singapura dinyatakan hilang kontak di Sekitar Tanjung Pandan, Belitung Timur, pada Ahad pagi, 28 Desember 2014. AirAsia QZ 8501 membawa 155 penumpang dan 7 awak. Hingga kini baru 30 jasad yang ditemukan, dengan 6 di antaranya sudah dikenalpasti. -tempo


Pesawat Jet Amfibi Rusia Tiba di Pangkalan Bun


Pesawat amfibi Rusia, Beriev BE-200 CS yang memiliki peralatan terbaik di dunia tiba di Landasan Udara Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1/2015) petang.

Pesawat Rusia dengan 70 personel, termasuk 22 penyelam tersebut, akan melakukan misi pencarian black box, body hingga puing pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di dasar perairan Teluk Kumai, Pangkalanbun, Minggu (28/12/2014).

‪Wakil Duta Besar Rusia di Indonesia, Alexander Shilin mengatakan, pesawat jet Amfibi ini membawa alat Submersive seberat 500 kilogram yang mampu mencitrakan objek kecil di bawah laut hingga kedalaman 300 meter.

"Ini sangat bisa membantu, karena dilengkapi dengan sistem sonar yang bisa melacak keberadaan black box. Kami optimistis bisa berhasil," kata Alexander.

Alexander pun meyakini pesawat jet yang mampu mendarat di air dan dilengkapi peralatan canggih ini mampu menemukan black box pesawat AirAsia QZ8501.

"Tujuan utama kami menemukan black box. Tapi, kami juga bisa menemukan apa pun juga di bawah laut karena alat kami canggih," sambung Alexander.
-tribunnews





Jenazah Pesawat AirAsia QZ8501 Terjatuh, Para Ibu Menjerit


Teriakan histeris para ibu yang melihat proses pengangkatan jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 memecah ketenangan di RSUD Imanuddin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1/2015) siang.

Pantauan di lokasi lapan kereta jenazah yang mengangkut jasad penumpang AirAsia QZ8501 tiba di RSUD Imanuddin sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, kelapan-lapan kereta itu menjemput jenazah yang baru saja ada di Landasan Udara Iskandar yang berjarak sekitar 4 kilometer dari RSUD.

Telah ada di RSUD, satu per satu kantong jenazah diturunkan oleh petugas gabungan dari TNI AD, polisi, dan PMI dengan menggunakan ranjang dorong. Jenazah itu terlihat terbungkus rapat dengan kantong berwarna hitam bertuliskan Badan SAR Nasional (Basarnas) di atasnya.

Proses pengangkutan ini berjalan lancar hingga jenazah ketujuh dikeluarkan dari mobil. Ketika kantong ketujuh itu hendak dibawa ke ruang Posko Disaster Victim Identification (DVI) Kalimantan Tengah, secara tiba-tiba, jenazah terjatuh sebelum sempat dipindahkan ke ranjang dorong.

Kejadian itu sontak membuat warga, khususnya para ibu, yang melihat proses pemindahan berteriak histeris. "Ya ampun... Aduh kasihan itu, kasihan," kata salah seorang ibu. "Astagfirullahaladzim, aduh... Aduh cepat dibantu diangkat itu," kata ibu yang lain.

Mendengar teriakan tersebut, petugas yang memindahkan jenazah itu langsung segera membenahi posisi jenazah. Jenazah itu lantas segera dibawa ke dalam posko untuk disiapkan sebelum dikemas.

Tidak kurang dari satu jam, proses identifikasi terhadap kedelapan jenazah selesai. Setelah itu, kedelapan jenazah itu diberangkatkan ke Surabaya, Jawa Timur, bersama empat jenazah lain yang ada sebelumnya, menggunakan pesawat Hercules C-130.

Hingga kini, sudah ada 30 jenazah yang telah ditangani tim DVI Polri. Dari jumlah itu, empat di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Sementara itu, masih ada 132 jenazah yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

Pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di perairan Selat Karimata, Minggu (28/12/2015). Pesawat yang berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, menuju Changi Airport, Singapura, itu mengangkut 155 penumpang dan tujuh kru pesawat.
-kompas













1 ulasan:

Awanama berkata...

Rasa nya masa mh370 Jet Amfibi Rusia tak terlibat dlm operasi pencarian Rusia enggan beri bantuan kerana US atau kerana Malaysia tidak minta bantuan Rusia

Harap Jet Amfibi ini sambil menyelam minum air QZ 8501 jumpa MH 370 pun timbul