11 Jan 2012

Dia Mengucap Dua Kalimah Syahadah Di Depan MSN Messenger

Nama saya Greg Sowden. Saya memeluk agama Islam pada tanggal 15 Disember 2001. Sebelumnya saya adalah penganut Katolik Roma. Setelah memeluk Islam di usia 16 tahun saya memilih nama Ali Mahdi.Saya lahir pada tahun 1985. Saya belajar di Universiti Wilfrid Laurier di Waterloo, Ontario, Kanada bidang sejarah. Kampung halaman saya ialah Port Dover, Ontario, Kanada dan besar di peternakan ayam dan sapi yang berjumlah sekitar 400 ekar.

Saya menganggap diri seorang Kristian Katolik yang patuh. Setiap Ahad, saya ke gereja dan tidak pernah mempersoalkan kepercayaan saya. Setiap kali saya mendengar seseorang berkata tidak baik tentang agama Katolik, saya akan berusaha keras untuk membuktikan mereka salah. Walaupun kini saya sadar betapa waktu itu pengetahuan sangat minima.

Ibu amat bimbang dengan diri saya. Ia merasakan saya telah menyimpang. Saya melihatnya ia merasa kehilangan saya. kerana saya tidak lagi pergi ke gereja bersama anggota keluarga yang lain. Ia terus mengulangi betapa saya dulu gembira dengan agama saya. Jadi kini ia hairan mengapa saya perlu menukar agama.

Saya tidak bermaksud untuk menukar agama. Ketika membuat penelitian saya membaca tentang Islam kerana murni minat pada Islam. Sejak usia muda memang saya minat untuk belajar tentang agama dan budaya bangsa lain. bapa saudara mempunyai koleksi majalah National Geographic. Koleksi dari tahun 1930-an. Saya banyak menemukan isu-isu tentang Islam di sana. Hal itu benar-benar sangat menarik perhatian saya. Tinggal di sebuah kota kecil membuat saya tidak mengenal orang yang memiliki latar belakang orang bukan-Kristian. Akhirnya saya teramat ingin tahu dunia luar.

Pada tahun 2000, saya mulai mencari orang dari berbagai negara untuk berkomunikasi secara online. Hal itu saya lakukan untuk belajar lebih banyak mengenai orang lain. Di tapak web Penpal saya bertemu dengan Yahya, seorang anak muda dari Kuwait. Saya mulai bertanya padanya tentang banyak hal berkaitan agamanya. kerana saya memang tidak tahu berkaitan Islam. Tidak terlintas juga dalam fikiran saya untuk memeluk agama Islam kerana saya memang merasa puas dengan agama saya. Saat saya mula mengambil kursus berjudul "Agama Dunia" di sekolah tinggi, minat saya bertambah besar.

Dalam buku teks saya disebutkan kedudukan Nabi Isa al-Masih dalam Islam lewat perspektif Quran. Saya tahu bahwa Nabi Isa as adalah seorang nabi dalam Islam, tetapi saya tidak tahu betapa pentingnya dia. Saya juga tidak tahu bahwa ibunya adalah Maryam yang dianggap sebagai salah seorang dari empat wanita agung dalam Islam!

Selepas sekolah, saya pulang ke rumah mencari peranan Nabi Isa dalam Islam di internet. Peran Nabi Isa as membuka pikiran saya berkaitan dengan perkara yang tidak pernah terlintas di benak saya tentang Kristian dan Nabi Isa secara menyeluruh.

Semakin saya mendalami tentang Nabi Isa dan keyakinan Islam semakin saya ingin memeluk agama Islam. Informasi yang saya dapati memberi keyakinan kepada saya bahwa agama Islam adalah agama yang benar. Argumentasinya masuk akal dan malah ada bukti Muhammad dan Islam dalam Injil!

Semakin saya belajar dan menjadi tertarik dengan Islam. Saya mengirim e-mail dengan rakan Kuwait saya dan memberitahu apa yang saya dapatkan. "Mungkin saya harus memeluk agama Islam setelah mempelajari lebih jauh mengenai Islam," tulis saya kepadanya.

Saya tidak merancang untuk memeluk Islam begitu cepat kerana itu merupakan satu hal yang sulit untuk saya lakukan tanpa wujud komuniti Islam di tempat saya tinggal. Saya fikir hal itu akan kulakukan selepas memasuki Universiti. kerana saya tidak dapat ke masjid. Saya memberitahu teman Kuwait saya, dan ia kata saya dapat saja mengucapkan kalimah syahadah kepadanya.

Pada tanggal 15 Disember 2001 bertepatan 29 Ramadhan 1422, saya mengucapkan kalimah syahadah lewat MSN Messenger. Dengan menyebut kalimah indah tersebut saya menjadi seorang muslim!! Alhamdulillah! Segala puji bagi Allah!!! -republika

Ulasan GB

Itulah kegunaan teknologi moden seperti yang terdapat di internet ini contohnya blog, twitter, facebook, yahoo messenger, MSN Messenger dan sebagainya.

Menjalankan tugas amal makruf nahi munkar, menyebarkan risalah Islam, menegakkan kebenaran dan keadilan - dapat disempurnakan dengan peralatan internet yang sering kita gunakan.

4 ulasan:

Makcik berkata...

Walaupun satu-satunya artikel asal bagi cerita ini mempunyai kandungan sedikit berbeza dalam bahasa asal dan saudara Greg Sowden ini memeluk Islam bermazhabkan Syiah, isi kandungan utama dan pengajaran dari artikel ini tetap sama untuk semua. Untuk teks asal Bahasa Inggeris bagi artikel ini sila ke :

http://www.revertmuslims.com/revertstories6.html

Tanpa Nama berkata...

Allahu Akbar!!!

Hidayah Allah ibarat cahaya...cahaya akan masuk ke dalam rumah kita kalau kita buka tingkap...hidayah akan sampai kepada sesaorang apabila ia bersedia membuka pintu hatinya untuk mecari kebenaran...tak kira sama ada dilahirkan dalam keadaan Islam atau tidak...yang lahir sebagai Islam tidak akan dapat hidayah kalau menutup pintu hidayah dengan segala bentuk kefasikan....

pak din tua berkata...

Wahai saudaraku marilah kita gunakan kecanggihan teknologi di jalan Allah. Mengajak ke arah kebaikan dan menegah kemungkaran.

lan berkata...

Sebak dada ini bila mengikuti kisah Al Mahdi (Greg Sowden)sehingga memeluk Islam. Semoga ramai lagi yang mengikut jejak langkahnya. Kebenaran Islam tidakah dapat disangkal lagi, hanya mereka yang sengaja membutakan hati mereka yang tidak mau beriman dengan kebenaran Islam ini.