24 Feb 2011

Jangan Samakan Ibadah I'dad Dengan Keganasan - Abu Bakar Ba'asyir

Ba'asyir: Cabut Tuduhan I'dad Sebagai Tindakan Teror

Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, meminta kepada pemerintah Indonesia supaya mencabut tuduhan jika I'dad merupakan tindakan pengganas. Hal ini disampaikan Abu Bakar Ba'asyir dalam eksepsinya.

"Saya sudah peringatkan agar Ketua Polis Indonesia, Pendakwa Raya dan Ketua Mahkamah Agung (MA) agar menghapuskan tuduhan "ibadah I'dad" di Aceh sebagai perbuatan penggaas," kata Abu Bakar Ba'asyir dalam sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, pagi tadi.

Pembacaan eksepsi ini untuk menyatakan keberatan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pada Isnin lepas, JPU telah mendakwa Abu Bakar Ba'asyir dengan tujuh pasal berlapis. Menurut JPU, Abu Bakar Ba'asyir merupakan salah satu perancang dan yang mendanai sekitar Rp 1 miliar.

Ba'asyir memaparkan I'dad merupakan mempersiapkan kekuatan fisik dan senjata berdasarkan dalil-dalil syar'i. Tujuan utamanya untuk menakutkan musuh dan bukan untuk membunuh serta melakukan tindakan ganas. Pasalnya, I'dad dilakukan di gunung atau di tempat yang tidak terjangkau oleh penduduk sehingga penduduk pun tidak merasa terganggu apalagi merasa diganasi.

"Bahkan, para penduduk pun turut mendukung I'dad dengan membantu memberikan makanan," tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa I'dad merupakan kewajiban penting yang sesuai syariat dan didukung dengan sunah Nabi Muhammad SAW. Maka, lanjutnya, I'dad termasuk ibadah yang penting setelah rukun Islam. "Tapi, Densus 88 menuduh ibadah ini sebagai kegaanasan dan orang yang melakukan I'dad sanasebagai pengg," tegasnya.

Sidang dengan agenda pembacaan eksepsi Abu Bakar Ba'asyir dimulai pada pukul 08.00 waktu tempatan. Polis wilayah Metro Jaya menurunkan 2,500 anggota polis untuk mengamankan perjalanan sidang.

Ulasan GB

Masalah berlaku apabila pemerintah tidak menggunakan Al-Quran dan Sunnah sebagai panduan. Sedangkan di dalam Al-Quran amat jelas perintah "I'dad" ini:




“Dan bersiap sedialah sekuasa kamu daripada segala kekuatan dari pasukan berkuda yang bersedia bagi menakutkan musuh Allah dan musuh kamu serta musuh –musuh lain yang kamu tidak ketahui sedang Allah mengetahui. Dan apa sahaja yang kamu belanjakan pada jalan Allah akan disempurnakan balasan bagi kamu, dan kamu tidak akan dizalimi.” - Al Anfal 60

Pesanan di atas untuk pemerintah Malaysia juga.

Tiada ulasan: